Laporan Akhir + VIDEO
LAPORAN
AKHIR
MENGAJARKAN
PANCASILA KEPADA GENERASI BANGSA
Project
Luar Kelas
CBDC
– TFI
Character
Building Pancasila

KELOMPOK
1– LA08
|
2101641910
|
Gary
Nico
|
Ketua
|
|
2101629786
|
Michael
Henry
|
Anggota
1
|
|
2101631481
|
Nikolas
Nasir
|
Anggota
2
|
|
2101641066
|
Mikhael
Permana
|
Anggota
3
|
|
2101628820
|
Aaron
Chrisitan Hansel
|
Anggota
4
|
|
2101634911
|
Daniel
|
Anggota
5
|
BINUS
University
Tahun
2017
KATA
PENGANTAR
Puji dan syukur kehadirat
Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga kami
dapat menyelesaikan laporan akhir Character Building Pancasila yang berjudul “Mengajarkan
Pancasila Kepada Generasi Muda”. Laporan akhir ini disusun dalam rangka
memenuhi tugas mata kuliah Character Building Pancasila.
Penulis mengucapkan terima
kasih kepada pihak-pihak yang telah memberikan saran, bimbingan, bantuan, dan
dukungan kepada kami terutama kepada pembimbing kami, Ukies
M. Uriep dan Paud Seruni. Tanpa bantuan mereka, kami belum tentu dapat
menyelesaikan laporan akhir ini.
Kami menyadari bahwa
dalam penyusunan laporan akhir ini masih jauh dari sempurna, untuk itu kami
mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun untuk kesempurnaan
laporan akhir ini. Kami berharap semoga apa yang kami lakukan dapat bermanfaat
untuk kita semua.
Jakarta, 7 Desember 2016
Kelompok
1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Pancasila merupakan fondasi dari segala fondasi yang
mengokohkan bangsa Indonesia. Indonesia dapat merdeka oleh karena kekuatan
besar dari Pancasila. Indonesia mampu berdiri tegak karena oleh pendirian dari
Pancasila yang absolut dan tidak dapat diubah. Tetapi seiring perkembangan
teknologi dalam era millennial ini, eksistensi dari ideologi Pancasila ini
semakin pudar. Hal ini membuat Indonesia lama kelamaan runtuh hanya karena
terlupakannya ideologi Pancasila ini.
Salah satu cara untuk menumbuhkan rasa cinta akan
Pancasila adalah dengan diadakannya pengajaran Character Building mengenai
Pancasila sejak dini. Pada pengajaran ini, para murid akan dibekali pengetahuan
mengenai apa itu Pancasila, dimulai dari pengenalan semua sila dan lambang dari
pancasila, hingga penerapannya. Tidak hanya pengajaran, permainan pun juga
diberikan demi meningkatkan keinginan para murid untuk semakin mendalami
Pancasila dikemudian hari. Dan ketika mereka mampu mengenal Pancasila sejak
dini, Indonesia akan berbangga karena memiliki pemuda penerus bangsa yang
berpegang teguh pada Pancasila.
1.2
Manfaat Pengajaran
Kami mendapat tugas dari Bapak
UkiesM. Uriep untuk mengajarkan atau menanamkan nilai-nilai yang terdapat pada
lima sila Pancasila kepada anak-anak usia dini.
Manfaat dari nilai-nilai
Pacasila yang kami harapkan untuk anak-anak usia dini adalah
1.
Anak-anak dapat
memiliki iman dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
2.
Sikap kemanusian
dan tenggang rasa kepada sesama.
3.
Menciptakan
persatuan dan perdamaian di masyarakat.
4.
Mengutamakan
musyawarah untuk menyelesaikan permasalahan.
5.
Menciptakan
keadilan dalam masyarakat.
6.
Mementingkan
kepentingan umum diatas kepentingan pribadi.
7.
Menghargai dan
tolernsi perbedaan dalam masyarakat.
8.
Mencintai negara dan
meningkatkan nasionalisme
1.3
Tempat
dan Waktu Pengajaran
1.3.1
Tempat
PAUD Seruni. Tanjung Duren Dalam VI
No.27, RT.7/RW.3, Tanjung Duren Selatan, Jakarta Barat, Kota Jakarta Barat,
Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11470.
1.3.2
Waktu
1. Pertemuan
pertama (survey lokasi dan pengurusan izin)
·
Hari :
Selasa, 3 Oktober 2017
·
Pukul : 10.00-11.30 wib
2. Pertemuan
kedua (hari mengajar pertama)
·
Hari :
Senin, 9 Oktober 2017
·
Pukul : 07.30-10.00 wib
3. Pertemuan
ketiga (hari mengajar kedua)
·
Hari :
Rabu, 11 Oktober 2017
·
Pukul : 07.30-10.00 wib
4. Pertemuan
keempat (hari mengajar ketiga)
·
Hari :
Senin, 16 Oktober 2017
·
Pukul : 07.30.00-10.00 wib
5. Pertemuan
kelima (hari mengajar keempat)
·
Hari :
Rabu, 18 Oktober 2017
·
Pukul : 07.00-11.00 wib
BAB II
MASALAH
2.1
Masalah yang Dihadapi
Keadaan masyarakat abad ke-21 sekarang ini
sangat memprihatinkan. Seiring perkembangan jaman, pola pikir masyarakat
Indonesia tidak kunjung menunjukkan rasa hormat terhadap Pancasila. Jiwa
patriotisme dan nasionalisme semakin menurun. Masalah tersebut terjadi karena
adanya kemungkinan dimana penyedia Pendidikan usia dini tidak memberikan
ataupun tidak memprioritaskan pembelajaran Pancasila, yang penting untuk
menumbuhkan jiwa patriotisme dan nasionalisme. Apabila kita ulas kembali ke
masa kemerdekaan Indonesia, semua masyarakat sangat menjunjung tinggi
kemerdekaan Indonesia. Hebatnya, pemuda jaman tersebut, dari kecil sudah
merasakan asam-garam penjajahan negara asing. Seperti contoh, bapak sutan
syahrir dan bapak sukarni, mereka pemuda yang turut ikut serta berperan penting
dalam dilaksanakannya proklamasi kemerdekaan. Hal tersebut membuat generasi tua
tergerak dan akhirnya Indonesia-pun merdeka.
Kembali lagi ke abad 21, era milenial,
pemuda jaman sekarang tidak mencerminkan usaha dari para pemuda jaman
kemerdekaan. Pemuda jaman sekarang cenderung memikirkan kepentingan diri sendiri
ketimbang negara tempat mereka tinggal. Kronisnya, anak kecil pun sudah
mengerti dengan yang namanya rasisme, plagiarisme, pornografi dan hal – hal
lain yang tidak ada sangkut pautnya sama sekali dengan rasa nasionalisme dan
patriotisme bangsa Indonesia, dan juga sangat menjatuhkan nama bangsanya
sendiri oleh karena kriminalitas tersebut. Oleh karena itu, sangat disarankan
bagi setiap penyedia Pendidikan usia dini, untuk memprioritaskan pengajaran
Pancasila sebagai subjek utama demi negara Indonesia.
BAB
III
METODE
KEGIATAN
3.1
Hari
Pertama (Selasa,3 Oktober 2017)
·
Mencari informasi mengenai beberapa TK
atau PAUD di sekitar kampus Anggrek
·
Melakukan survey ke tempat-tempat
tersebut
·
Menentukan pilihan TK atau PAUD
·
Mengajukan proposal serta meminta ijin
kepada PAUD tersebut
·
Setelah mendapatkan pesetujuan, kami
berdiskusi dengan pihak sekolah mengenai jadwal dan materi pembelajaran
·
Pamit undur diri untuk pertemuan
selanjutnya
3.2
Hari
Kedua (Senin,9 Oktober 2017)
·
Briefing : Bagaimana cara yang tepat
untuk memahami anak anak yang memiliki berbagai macam sifat
·
Persiapan : Merapikan peralatan yang
diperlukan seperti meja, kursi , spidol dan lain-lain.
·
Berbaris di Luar PAUD : melatih
kedisplinan dan mengecek kebersihan mereka seperti gunting kuku , mandi , dan lain-lain.
·
Perkenalan : memperkenalkan anggota kami
kepada para murid PAUD
·
Berdoa memulai pelajaran
·
Menyampaikan materi pembelajaran(Materi
Pancasila) : menggunakan bahasa yang mudah dimengerti anak-anak dan melakukan sesi
tanya jawab
·
Membimbing murid dalam belajar (Materi
yang dipersiapkan para guru) : kami membimbing anak-anak secara perlahan sampai
mereka bias melakukannya secara mandiri
·
Istirahat dan bermain
·
Dilanjuti dengan kegiatan
belajar-mengajar
·
Berdoa mengakhiri pelajaran
·
Kegiatan belajar-mengajar berakhir
·
Merapikan barang ke tempat semula
·
Evaluasi : kami meminta tolong guru yang
hadir untuk mengevaluasi kami demi peningkatan kualitas kami dalam mengajar
pada sesi selanjutnya
·
Pamit pulang
3.3
Hari
Ketiga (Rabu,11 Oktober 2017)
·
Briefing : pemberitahuan bahwa anak-anak
akan melakukan kegiatan jalan sehat.
·
Berdoa memulai kegiatan.
·
Berbaris : anak-anak dididik untuk rapih
dan berjalan sesuai dengan aturan.
·
Memulai perjalanan.
·
Menyanyikan lagu anak-anak ketika jalan
sehat.
·
Belajar mengenai lingkungan sekitar :
kami melakukan Tanya jawab dengan anak-anak mengenai makhluk hidup yang ada di
sekitar mereka. Mulai dari bentuk , warna, dan lain-lain.
·
Kembali ke kelas.
·
Mewarnai : anak-anak akan mewarnai
gambar pisang yang telah kami print
sebelumnya.
·
Istirahat , memakan bekal yang dibawa ,
dan bermain.
·
Memberikan penilaian : di saat anak-anak
meyantap bekal yang dibawa kami menilai hasil dari gambar mereka .
·
Memberikan materi pembelajaran (Pancasila):
kami menjelaskan beberapa contoh nyata dalam kehidupan mengenai pengamalan
nilai-nilai Pancasila dengan hal yang mudah dimengerti anak-anak.
·
Berdoa mengakhiri kegiatan.
·
Anak-anak dipersilahkan pulang
·
Evaluasi dan pamit pulang.
3.4
Hari
Keempat (Senin,16 Oktober 2017)
·
Briefing : kami diberitahu bahwa pada
hari tersebut kami diberi tanggung jawab penuh tanpa didampingi oleh Ibu Titin.
·
Berbaris di luar PAUD : mengecek
kerapihan dan kebersihan para murid serta mendidik kedisplinan.
·
Masuk kelas dan berdoa memulai kegiatan.
·
Memulai pelajaran : pelajaran dimulai
dengan mengeja kata “Pisang” dikarenakan tema pada hari itu masih mengenai
pisang.
·
Mewarnai : anak-anak diminta mewarnai
gambar pohon pisang yang sudah kami print
sebelumnya.
·
Istirahat.
·
Menyiapkan sate pisang.
·
Menyantap sate pisang bersama anak-anak
: bertujuan untuk memberikan pendekatan ilmiah kepada anak-anak.
·
Berdoa mengakhiri kegiatan.
·
Evaluasi.
·
Pamit pulang.
3.5
Hari
Kelima (Rabu,18 Oktober 2017)
·
Persiapan : Membersihkan ruangan kelas
seperti menyapu dan membersihkan debu-debu di foto , piala, dan tempat-tempat
lainnya.
·
Briefing : kegiatan hari tersebut akan
diisi dengan bermain puzzle dan permainan tradisional.
·
Berdoa memulai kegiatan.
·
Melakukan tepuk : kami dan anak-anak
melakukan tepuk paud, tepuk dokter, dan
tepuk pisang untuk membuat semangat anak-anak.
·
Menjelaskan dan mecontohkan cara bermain
“Ular Naga”.
·
Melakukan
permainan.
·
Beristirahat
dan menyantap makanan yang disediakan ibu-ibu PKK.
·
Bermain
puzzle : untuk melatih kemampuan anak-anak dalam memecahkan masalah.
·
Menyampaikan
Kesan dan pesan dari setiap anggota.
·
Mengucapkan
terima kasih dan maaf dalam melakukan kesalahan
·
Membagikan
bingkisan : kenang-kenangan agar para murid tetap mengingat kami.
·
Mengucapkan
selamat tinggal dan pamit pulang.
Note :
Kami tidak menambahkan waktu pada kegiatan
kami karena kami mendapat saran dari Bu Titin untuk tidak menggunakan waktu
karena kami mengajar atau membimbing anak kecil yang belum tahu jadwal atau
waktu.
BAB
IV
TEORI
KONSEP
5.1
Teori
Konsep Penanaman Nilai-Nilai Anak Usia Dini
PAUD
dipilih sebagai tempat mengajar kami, karena menurut kami PAUD adalah tempat /
institusi yang paling dasar untuk membangun karakter manusia. PAUD ditujukan
bagi anak-anak yang masih berusia 3-5 tahun, untuk itu umur yang masih
terbilang dini sangat efektif untuk mulai menanami nilai-nilai Pancasila dalam
diri mereka masing-masing. Karena anak-anak PAUD yang masih polos akan lebih
mudah memahami dan mengingat nilai-nilai Pancasila yang kami ajarkan.
Pendiri
bangsa kita atau yang kita kenal dengan founding
fathers menemukan permaslahan yang akan menerpa negara ini pada masa yang
akan mendatang. Indonesia memiliki banyak suku, agama, dan bahasa sehingga
memungkinkan terjadinya perpecahan dan konflik karena adanya sedikit gesekan
perbedaan antarmasyarakat, sebagai contoh Kerusuhan Poso, Gerakan Aceh Merdeka,
dan Operasi Papua Merdeka sehingga pendiri bangsa mencari nilai-nilai dasar
yang dimiliki oleh suku-suku bangsa di Indonesia yang dijadikan sebagai modal,
landasan, sekaligus sebagai kekuatan pemersatu bangsa Indonesia dalam satu nama
yaitu NKRI dan satu dasar yaitu Pancasila yang kemudian dijadikan sebagai dasar
Negara Indonesia. Pancasila akan terus mengikat solidaritas dan persatuan
seluruh warga Negara Indonesia untuk mmenciptakan perdamaian dan kemajuan
Bangsa Indonesia yang tertera dalam UUD 1945. Nilai-nilai yang terkandung dalam
Pancasila adalah nilai-nilai luhur bangsa Indonesia yang sudah ada sejak dulu
kala, untuk itu kita harus selalu menjaga dan melestarikan nilai-nilai
Pancasila dalam diri kita masing-masing. Selain itu Pancasila adalah karaktek
bangsa Indonesia yang mana nilai-nilai Pancasila sudah menjadi ciri khas bangsa
Indonesia.
Dalam
era globalisasi, banyak budaya-budaya baru yang masuk dan berdatangan ke
Indonesia. Kita tidak dapat mengurangi arus globalisai atau menolak sama sekali
untuk itu kita harus menyaring budaya-budaya baru yang
masuk
ke Indonesia dengan mengambil hal-hal yang baik dan meninggalkan hal-hal yang
buruk. Kita harus berpendirian dan menampilkan karakter asli bangsa Indonesia
yaitu karakter yang mengandung nilai-nilai dasar Pancasila. Untuk itu sangat
penting bagi kita untuk mengajarkan dan menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam
setiap individu masyarakat Indonesia. Dan hal yang paling mendasar yang dapat
kita lakukan adalah, menanamkan dan mengenali nilai-nilai dasar Pancasila dalam
diri anak-anak PAUD. Sehingga kedepannya ketika anak-anak PAUD tersebut tumbuh
besar dapat melanjutkan dang memajukan Bangsa Indonesia dan menanmkan kembali
nilai-nilai Pancasila pada generasi yang mendatang dan tetap mempertahankan
nilai-nilai khas Bangsa Indonesia.
BAB
V
PELAKSANAAN
5.1
Pelaksanaan
Pertemuan Pertama (Survey Lokasi dan Pengurusan Izin)
Pada hari pertama, kami memulai proyek ini
dengan membuat proposal beserta surat pengantar yang sudah ditanda tangani oleh
dosen pembimbing kami. Lalu kami mencari informasi tentang beberapa TK (Taman
Kanak-kanak) atau PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) yang terletak disekitar
kampus Anggrek Binus. Kami menemukan tiga tempat yang kami anggap tepat untuk
kami coba kunjungi. Pertama kami mengunjungi TK Anggrek tetapi karena kegiatan
belajar mengajar sedang berlangsung kami memutuskan untuk pergi ke TK
selanjutnya yaitu TK Tunas Muda. Setelah sampai di TK Tunas Muda kami mencoba
bertanya apakah TK Tunas Muda dapat menerima kami untuk mengajar tentang
Pancasila di TK tersebut. Tetapi sayangnya kami sudah didahului oleh kelompok
lain. Setelah itu kami memutuskan untuk mengunjungi PAUD Seruni yang terletak
di Jalan Tanjung Duren Dalam VI, No 27, RT 011 / 01, Kel Tanjung Duren Selatan,
Jakarta Barat. Disana kami diterima dengan sangat baik oleh bapak kepala
sekolah dan salah satu guru bernama Ibu Titin karena mereka memang sudah
mempunyai pengalaman dengan mahasiswa Binus angkatan sebelumnya yang memiliki
tugas yang sama. Setelah kami mengajukan proposal kepada pihak sekolah, kami
lalu membicarakan tentang jadwal mengajar dan materi yang akan diajarkan.
Kebetulan kami tidak memiliki jadwal kuliah pada hari Senin dan Rabu, oleh
karena itu kami memutuskan untuk mengajar pada kedua hari tersebut selama 2
minggu sehingga mencapai total 4 pertemuan. Setelah itu kami membicarakan
tentang materi yang akan diajarkan. Kami memberitahukan kepada pihak sekolah
bahwa tema yang kami akan bawakan adalah Pancasila. Ternyata setiap hari Senin
PAUD Seruni selalu menerapkan Pancasila kepada anak-anaknya dengan cara
menyebutkan Pancasila dengan suara yang keras dan lantang sehingga hal itu
mempermudah kami dalam mengenalkan Pancasila kepada anak-anak di PAUD Seruni.
Kami lalu melihat fasilitas-fasilitas yang ada di PAUD Seruni dan mencoba
mencari ide atau cara interaktif untuk mengenalkan dan menerapkan nilai-nilai
Pancasila kepada anak-anak PAUD Seruni. PAUD Seruni pada waktu itu sedang
memiliki tema
buah-buahan dengan subtema buah pisang. Oleh karena itu kami
diharuskan mengembangkan nilai-nilai Pancasila beserta subtema buah Pisang.
Bukan merupakan tantangan yang mudah, tetapi kami percaya bahwa Tuhan beserta
kami dan kami pasti dapat melakukannya. Karena hari sudah siang, kami pamit
mengundurkan diri lalu kami putuskan untuk makan siang sambil mendiskusikan
bahan pengajaran dan cara pengajaran yang akan kami lakukan berkaitan tentang
Pancasila dan buah pisang.
5.2
Pelaksanaan
Pertemuan Kedua (Hari Mengajar Pertama)
Pada hari kedua kami mengajar, kami berkumpul
pukul 07.30 pagi. Sebelum memulai kegiatan mengajar Bapak Kepala Sekolah
memberikan briefing terlebih dahulu kepada kami mengenai bagaimana kami
menangani anak-anak dengan berbagai macam sifat. Sebelum murid-murid PAUD
Seruni datang kamu pun membantu para guru merapihkan peralatan yang akan
digunakan seperti kursi, meja, papan tulis dan lain-lain. Di hari kedua ini,
kami mengetahui kebiasaan murid-murid PAUD Seruni setiap Senin pagi adalah
berbaris terlebih dahulu di luar sekolah. Kami pun bertanya banyak hal mengenai
kegiatan mereka ketika libur di hari sebelumnya. Selain berbaris kami juga
mengecek kebiasaan mereka dalam membersihkan diri seperti mandi, gunting kuku,
dan lain-lain. Hal lucu yang kami temukan adalah beberapa anak menangis ketika
melihat kami karena belum mengenal kami. Setelah masuk kami pun memperkenalkan
diri kami di hadapan murid-murid PAUD Seruni. Setelah mereka mulai mengenal
kami, tangis beberapa anak pun mulai mereda. Sebelum kegiatan belajar mengajar
dimulai kami pun memulainya dengan kegiatan doa bersama. Untuk pertemuan kedua
ini kami berkesempatan untuk melontarkan beberapa pertanyaan kepada murid-murid
tersebut yang berkaitan dengan Pancasila. Di sesi ini kami menyampaikan
materi secara seksama, tetapi dengan menggunakan Bahasa yang mudah dimengerti
pula oeh anak-anak. Kami berharap anak-anak PAUD Seruni dapat menerima dan
memahami ajaran kami sehingga berguna kelak bagi masa depan mereka. Setelah
materi Pancasila kami sampaikan, kami membimbing mereka dalam belajar materi
dari guru mereka. Kami merasa sangat bersyukur dapat melihat bagaimana cara
mereka belajar hal-hal baru yang kelak akan menjadi modal kami dalam membimbing
seorang anak. Kami juga belajar menangani berbagai macam anak. Pada pukul 09.00
anak-anak pun dipersilahkan untuk beristirahat. Pertama-tama semua anak boleh
mengeluarkan bekal yang sudah mereka bawa dan menyantapnya. Kami pun
berbincang-bincang dengan mereka dengan penuh semangat karena tingkah lucu yang
mereka lakukan. Setelah selesai makan, anak-anak dipersilahkan untuk bermain
karena bermain sangat penting bagi anak-anak dalam mengembangkan
kreatifitasnya. Ada yang bermain bola, ada yang mengobrol dengan temannya ada
juga yang bermain Lego. Setelah selesai istirahat, materi pelajaran pun
dilanjutkan. Tak lupa kami juga bertanya kepada anak-anak seputar hal yang
sudah diajarkan sehingga otak sang anak mampu untuk mengingat dan memahaminya
secara lebih baik. Pada pukul 10.00 jadwal kegiatan belajar mengajar sudah
habis. Sebelum anak-anak dipersilahkan pulang, tak lupa kami berdoa untuk
mengakhiri kegiatan belajar mengajar tersebut. Sikap kerohanian yang baik akan
menuntun anak-anak menjadi pribadi yang lebih baik pula. Setelah anak-anak
sudah pulang kamipun membantu para pengajar dalam membereskan peralatan ke
tempat yang semula. Tak lupa juga kami melakukan briefing bersama Guru PAUD
Seruni demi meningkatkan keaktifan kami di sesi selanjutnya.
5.3
Pelaksanaan
Pertemuan Ketiga (Hari mengajar kedua)
Pada hari ketiga, anak – anak paud akan
melakukan jalan sehat disekitar lingkungan paud seruni. Selain itu, mereka akan
mewarnai gambar pisang yang di minta oleh Ibu Titin untuk kita berikan kepada
anak – anak paud. Sebelum memulai kegiatan, anak - anak berdoa bersama. Setelah
itu mereka berbaris didepan dan bersiap untuk melakukan jalan sehat. Dalam
setiap kegiatan jalan sehat, anak – anak diminta untuk menyanyikan lagu – anak
– anak sambil diiringi oleh tamborin. Ditengah perjalanan, anak – anak
diajarkan mengenai tumbuhan disekitar mereka. Mengenai warnanya, bentuknya,
dll. Setelah jalan sehat, anak – anak akan mewarnai gambar pisang yang telah
disediakan oleh kelompok kami. Apabila ada gambar dari anak – anak yang menurut
kita bagus, akan diberikan hadiah. Tidak lupa juga, setelah mewarnai gambar
pisang, anak – anak diberikan waktu untuk menyantap bekal yang mereka bawa.
Bagi anak – anak yang tidak membawa bekal, teman – temannya akan berbagi karena
memang paud seruni mengajarkan murid –
muridnya untuk saling berbagi. Saat anak – anak istirahat, kami
memberikan penilaian terhadap hasil karya masing – masing anak dalam mewarnai
gambar pisang. Setelah istirahat, anak – anak diberikan waktu untuk bermain.
Ada yang bermain lempar tangkap, Ada juga yang bermain lego dan menyusun balok.
Kemudian kami diberikan waktu untuk memberikan pengetahuan mengenai penerapan
sila – sila Pancasila dalam kehidupan sehari – hari anak – anak paud seruni,
seperti sila pertama, jangan lupa berdoa, sila kedua, saling berbagi dan
membantu, sila ketiga, selalu bersatu dan tidak bermusuhan, sila keempat,
belajar bersama ,dan sila kelima, selalu bersikap adil terhadap sesama teman.
Setelah berdoa, anak – anak menyanyikan lagu sayonara. Terakhir, tidak lupa
mereka memberikan salam dan pamit untuk pulang.
5.4
Pelaksanaan
Pertemuan Keempat (Hari mengajar ketiga)
Pada hari keempat, kami diberi tugas oleh Ibu
Titin, untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar tanpa didampingi oleh
beliau. Dikarenakan Ibu Titin, pada hari senin 5 Oktober 2017 memiliki jadwal
pertemuan dengan wali murid, sehingga berhalangan mendampingi kami dari pukul
08.00 hingga pukul 09.00.
Khusus untuk hari Senin 16 Oktober 2017, kami
berkumpul di PAUD Seruni lebih awal. Pukul 07.00, kami sudah siap di PAUD
Seruni, kami datang lebih awal dikarenakan, Ibu Titin memberikan tema dan
materi terlebih dahulu untuk kita sampaikan kepada anak-anak pada hari itu.
Tema pada hari ini masih mengusung tema pisang, sehingga kami akan lebih banyak
membahas dan mengenali buah pisang kepada anak-anak. Seperti biasa, sebelum
masuk kelas anak-anak akan baris-bebaris di luar kelas terlebih dahulu,
disertai dengan nyanyian-nyanyian khas PAUD Seruni. Setelah baris-berbaris
selesai, anak-anak dipersilahkan masuk ke kelas. Tentunya sebelum kegiatan
belajar mengajar dimulai, kami melakukan doa bersama. Kami mengawali bahan ajar
kami dengan membaca tulisan pisang. Anggota kami yang bernama Aaron menuliskan
tulisan pisang di papan tulis, anggota yang lain akan membantu anak-anak untuk
membimbing mereka mengeja tulisan pisang. Sebelumnya, kami telah menyiapkan
gambar sketsa pohon pisang untuk kebutuhan menggambar anak-anak. Selain itu
kami juga telah menyiapkan keripik pisang untuk dimakan bersama-sama. Dengan
bantuan guru-guru di Paud Seruni, kami juga membuat sate pisang untuk
anak-anak. Hal ini kami lakukan sebagai pendekatan ilmiah terhadap anak-anak,
sehingga anak dapat mengenali buah pisang lebih jauh lagi. Tidak lupa, setelah
kegiatan belajar mengajar selesai kami pun menutup kegiatan belajar mengajar
pada hari itu dengan doa.
5.5
Pelaksanaan
Pertemuan Kelima (Hari mengajar ketiga)
Pada hari kelima, kami membantu
Bu Titin untuk membersihkan ruangan kelas. Kami menyapu lantai dan membersihkan
debu pada foto-foto serta piala yang menghiasi dinding kelas Paud Seruni.
Setelah membersihkan kelas, kami melakukan briefing untuk kegiatan belajar
mengajar yang akan segera dilakukan. Kegiatan hari tersebut adalah bermain
permainan tradisional dan menyusun puzzle. Kami berdiskusi permainan apa yang
akan dimainkan. Pada akhirnya kami memilih permainan “Ular Naga”. Kami memilih
permainan ini karena tidak membutuhkan alat peraga dan menyebabkan anak banyak
bergerak. Karena waktu menunjukkan pukul 08.05, anak-anak dipersilahkan
langsung masuk kelas tanpa baris-berbaris. Kami mengawali kegiatan dengan
berdoa dan berbagai macam tepuk-tepukkan seperti tepuk paud, tepuk
dokter, dan tepuk pisang untuk membuat semangat anak-anak. Kami mengabsen
anak-anak dengan menanyakan kepada anak anak siapa yang tidak masuk sekolah.
Hari itu, banyak anak-anak yang tidak masuk sekolah. Dari 27 anak, hanya 16
anak yang masuk sekolah. Sedangkan 11 anak yang lain tidak masuk sekolah karena
beberapa ada yang sakit dan beberapa ada yang pergi. Kami menjelaskan kegiatan
hari tersebut kepada anak-anak. Kami menjelaskan cara bermain Ular Naga dan
lagu yang akan dinyanyikan selama permainan. Kami juga memberikan contoh kepada
anak-anak cara bermain Ular Naga agar anak-anak dapat lebih memahami cara
bermain permainan ini. Setelah penjelasan dan contoh, kami bermain Ular Naga
yang sebenarnya dengan anak-anak. Daniel dan Michael Henry menjadi gerbang dan
kakak-kakak anggota yang lainnya menjaga anak-anak agar tidak cedera atau
terluka. Pada awalnya, tampak kebingungan pada wajah anak-anak. Namun, Mikhael
Permana menuntun anak-anak didepan barisan untuk bermain. Wajah keceriaan dan menikmati
permainan ini terlihat pada wajah mereka. Anak-anak yang tertangkap, ditanya
untuk masuk ke team Daniel atau Michael Henry. Akhirnya 6 anak masuk ke team
Daniel dan 10 anak masuk ke team
Michael Henry.Setelah itu kami bermain tangkap
jaga. Kelompok Daniel ememnangkan permainan ini. Kami menjelaskan nilai-nilai
Pancasila dalam permainan ini. Nilai-nilainya adalah kebersamaan, kerjasama,
berani menyatakan pendapat dan pilihan. Setelah lelah bermain, anak-anak
istirahat. Setiap 1 bulan sekali ada ibu-ibu pkk menyiapkan makanan untuk
anak-anak. Hari itu jatuh pada hari tersebut. Kami membantu anak-anak untuk
membuka makanannya dan membersihkan setelah selesai makan. Kegiatan selanjutnya
adalah bermain puzzle. Anak-anak dibagi menjadi 3 kelompok. Kami juga dibagi
menjadi 3 kelompok. Kami menjelaskan bentuk-bentuk puzzle yang dimainkan
seperti bentuk angka, anggota keluarga, bangunan –bangunan keagamaan, dan
bangun datar. Anak –anak mencobanya satu per satu. Kami bertanya bentuk-bentuk
yang telah kami jelaskan. Karena waktu sudah menunjukkan
waktu pulang. Ibu Titin beserta kepala sekolah dan ibu guru yang lain
menyampaikan kepada anak-anak bahwa hari itu merupakan hari terakhir kami untuk
bersama-sama dengan mereka. Karena mereka masih kecil, Bu Titin mejelaskan
bahwa kami harus pergi sekolah untuk belajar kepada anak-anak. Anak-anak
terlihat sedih dan megingatkan kami untuk datang kembali. Bu Titin memberi
kesempatan kami satu per satu untuk berbicara kepada anak-anak. Kami
menyampaikan pesan dan kesan kami. Kami berharap agar anak-anak dapat menjadi
penerus bangsa yang mengharumkan dan memberi banyak manfaat untuk nusa, bangsa,
dan negara. Di akhir kegiatan kami membagikan kenang-kenangan dari kami berupa
botol kepada anak-anak. Seperti biasa anak berbaris dan menyalami kami. Di
akhir kegiatan kami di Paud Seruni, kami mengucapkan terimakasih kepada pihak
Paud Serui yang bersedia menerima kami. Kami juga memiminta maaf atas kesalahan
kami. Guru-guru dan pihak Paud Seruni juga mengucapkan banyak terimakasih kepada
kami. Kami juga diberi pesan dari guru-guru untuk masa depan kami. Akhirnya
kami dipenghujung kegiatan kami. Kami berpamitan kepada seluruh guru-guru dan
kepala sekolah Paud Seruni. Kegiatan mengajar anak Paud ini memberikan banyak
pengalaman dan pelajaran kepada kami. Kami belajar bagaimana kami mengatasi
anak-anak yang memiliki banyak keinginan, kesabaran, kerjasama, kebersamaan,
berkomunikasi di khalayak, menyampaikan materi, kekeluargaan, mengatur waktu
dan masih banyak lagi.
BAB
VI
HASIL
6.1
Hasil Kegiatan Mengajar
Dari
pengajaran yang kami berikan selama 4 pertemuan tatap muka. Anak - anak PAUD
Seruni yang kami berikan pengajaran dapat memahami Pancasila dengan lebih baik
lagi. Anak - anak PAUD Seruni semakin hafal dan lancar dalam menyebutkan
Pancasila. Anak - anak PAUD Seruni juga semakin hafal dan lancar dalam
menyanyikan lagu kebangsaan Garuda Pancasila.
Tetapi
bukan teori tentang Pancasila saja yang kami utamakan, tetapi juga penerapan nilai
- nilai Pancasila di dalam kehidupan sehari - hari. Seperti pada penerapan sila
Pancasila yang pertama “Ketuhanan Yang Maha Esa” Kami melihat anak - anak PAUD
Seruni sudah dapat mengutamakan Tuhan di dalam segala hal, seperti berdoa
sebelum memulai pembelajaran, berdoa sebelum makan, dan berdoa sesudah
pembelajaran selesai, oleh karena itu kami menjelaskan juga bahwa Tuhanlah yang
utama di dalam hidup ini, Tuhanlah yang membuat segala-galanya(seperti buah dan
pohon pisang karena pada waktu itu tema yang sedang berlangsung adalah buah dan
pohon pisang), sehingga anak - anak PAUD Seruni dapat lebih memahami penerapan
nilai - nilai Pancasila pada sila pertama.
Selain
itu kami juga melihat anak – anak PAUD Seruni semakin dapat bekerja sama dengan
baik dalam pembelajaran dan permainan. Mereka juga dapat mengutamakan
kepentingan bersama dan tidak egois seperti ketika mereka meminjamkan alat
tulis kepada yang tidak membawa. Mereka juga semakin peduli terhadap sesama
seperti yang terlihat pada waktu mereka berjalan pagi bersama -sama tidak ada
yang meninggalkan satu sama lain, melainkan mereka berjalan bersama - sama
sambil bergandengan tangan. Semua hal tersebut merupakan hasil dari pemahaman
nilai - nilai Pancasila pada sila ke-2 sampai dengan ke-5 yang telah ditanamkan
dari dahulu oleh para guru dan juga sedikit bantuan dari kami.
Hasil
yang terakhir adalah mereka semua dapat bersenang - senang pada saat kami
mengajar dan kamipun juga sungguh bersukacita ketika melakukan pengajaran ini.
Kami dan anak - anak PAUD Seruni memiliki pengalaman baru yang sangat
bermanfaat. Kami dan anak - anak PAUD Seruni dapat membuat kenangan indah
bersama walaupun pertemuan kita hanya sebentar saja.
BAB
VII
KESIMPULAN
7.1 REFLEKSI
INDIVIDU
Mikhael Permana 201641066
- Mengajar dan membina anak-anak di PAUD Seruni merupakan pengalaman yang
sangat berharga dalam hidup saya. Saya sangat bersyukur diberi kesempatan untuk
mengajar dan membina anak-anak di PAUD Seruni, karena saya belajar banyak hal
dalam kegiatan ini. Waktu yang diberikan sangat tidak terasa berjalan begitu
cepat, saya menikmati waktu-waktu bersama anak-anak di PAUD Seruni, karena
semangat dan antusias dari mereka yang membuat saya dan teman-teman ingin
memberikan yang terbaik untuk mereka. Tidak lupa saya mengucapkan banyak terima
kasih kepada pihak PAUD Seruni yang telah memberikan kami kesempatan yang
sangat langka ini, sehingga kami dapat belajar bagaimana mengkoordinir
adik-adik yang umurnya jauh dibawah kami. Kami juga sangat bersyukur kepada
pihak PAUD Seruni yang telah memberi masukan kepada kami, sehingga kami dapat
memperbaiki diri lebih laik lagi untuk masa depan kami. Setiap pertemuan
pasti ada perpisahan, saya harap anak-anak di PAUD Seruni dapat mencapai
cita-cita mereka, dan saya juga berharap, kegiatan ini dapat membantu kami
menjadi pribadi yang lebih baik lagi , dan menjadi pelajaran yang berguna untuk
bekal kami di masa depan.
Nikolas Nasir 2101631481 - Kesan dan
pesan saya selama saya mengikuti kegiatan mengajar di Paud Seruni adalah saya
belajar untuk menjadi pribadi yang lebih baik dalam berbagai aspek. Di Paud ini
saya belajar bagaimana saya menghadapi anak-anak yang memiliki berbagai macam
sifat. Ada yang pendiem ada juga yang rewel. Saya sangat senang bisa mengajar
di Paud ini karena saya juga belajar bagaimana saya bekerja dalam suatu
organisasi dimana di dalam organisasi tersebut diperlukan kerja sama dan
bermusyawarah dengan orang lain. Saya juga berharap apa yang kami sampaikan
kepada murid murid tersebut dapat menjadi modal mereka kelak dalam
bermasyarakat.
Aaron Christian Hansel 2101628820 -
"Kegiatan praktik Character Building dalam mengajar Pancasila kepada anak-anak
PAUD ini memberikan banyak sekali pelajaran kepada kami sebagai mahasiswa dan
saya sendiri pribadi. Saya dapat lebih memahami bahwa mengajar anak-anak PAUD
tidaklah semudah yang dibayangkan kebanyakan orang. Kesabaran dalam mengajar,
kreatif dalam mengajar, dan lain-lain sangatlah dibutuhkan dalam memberikan
pengajaran kepada anak-anak PAUD. Terutama ketika kita membahas masalah seperti
Pancasila yang bukan merupakan hal mudah untuk dicerna oleh anak-anak PAUD
secara mentah-mentah. Saya juga lebih menghargai guru-guru PAUD yang melakukan
semua ini dengan cinta kasihnya kepada anak-anak bangsa demi masa depan
Indonesia yang lebih cerah dengan orang-orangnya yang berpendidikan tinggi
serta memiliki karakter yang berkualitas. Saya sangat berterima kasih kepada
Universitas Bina Nusantara dan kepada mata pelajaran Character Building serta
kepada Bapak Ukies sebagai dosen pembimbing karena telah memberikan kesempatan
yang sangat indah ini untuk kami mendapat pengalaman yang sangat berharga, yang
pastinya kami tidak akan lupakan dikemudian hari. Terima kasih juga saya
ucapkan kepada PAUD Seruni yang telah mau menerima kelompok saya dan bekerja
sama dalam mengajar selama 4 pertemuan. Walaupun pertemuan kita singkat tetapi
saya yakin dari pertemuan yang singkat ini akan membawa dampak yang positif
bagi kedua belah pihak dikemudian hari. Sekian kesan dan pesan dari saya.
Terima kasih dan Tuhan berkati.
Gary Nico 2101641910
- Ini adalah pertama kalinya saya mengajari anak PAUD. Saya selalu berpikira
bahwa saya tidak menyukai anak-anak kecil, tetapi setelah kegiatan pengajaran
ini saya menjadi ternyata menyukai anak kecil. Disini kami mengajari mereka,
tetapi sesungguhnya kamilah yang belajar banyak. Dibutuhkan kesabaran,
kreatifitas dan kemauan untuk mengajar dan semua ini kami kembangkan dalam 4
kali pengajaran pancasila. Semoga mereka dapat menangkap apa yang kami ajarkan
dan kelak akan berguna di masa depan. Walaupun menguras tenaga, tetapi rasanya
sangat senang bisa menjalani tugas CB Pancasila ini. Terima kasih kepada Ibu
Titin yang selalu membina kami dan memberi semangat dalam kegiatan ini. Sampai
bertemu kembali, PAUD Seruni!
Michael Henry 2101629786 - Kesan
dan pesan saya saat mengajar di PAUD Seruni adalah bahwa saya mendapatkan
pengalaman yang sangat berharga. Saya dapat belajar bagaimana menjadi seorang
yang mampu memimpin diri saya sendiri dan orang lain. Dengan diberikannya
kesempatan untuk mengajar, pikiran saya menjadi terbuka lebar bahwa kegiatan
ini sangat berguna untuk masa depan saya. Melatih kesabaran, menjadi lebih
kreatif dalam memberikan pembahasan baru, dan bersikap dewasa didepan anak
-anak merupakan hal – hal yang berharga bagi saya. Jangan buang kesempatan ini
begitu saja, karena dengan kesempatan ini, diri saya pribadi mendapatkan banyak
manfaat, apalagi kalian yang belum pernah sama sekali mengajar anak – anak yang
masih perlu arahan penuh. Jangan pernah menyerah, karena sekalinya kalian
menyerah kalian tidak akan pernah maju.
Daniel 2101634911
– Kegiatan pembelajaran Character Building di luar untuk memberi informasi
mengenai nilai-nilai Pancasila di Paud Seruni memberikan banyak pelajaran dan
pengalaman baru untuk saya. Saya memperoleh pengalaman baru seperti mengajar
dan menghadapi anak kecil. Saya memperoleh kesempatan untuk berbicara didepan
umum, memahami cara menghadapi anak kecil, melatih komuikasi, dan bekerjasama
dalam kelompok. Saya menjadi tahu susahnya menjadi guru Paud yang setiap hari
harus sabar dalam membimbing anak-anak. Saya juga menjadi lebih mendalami
nilai-nilai Pncasila dalam kehidupan sehari-hari yang seharusnya kita resapkan
dalam hati kita. Saya juga belajar dari anak-anak kecil tersebut apa arti
pertemanan, kegembiraan, dan kebersamaan. Semoga kegiatan ini tidak hanya
bermanfaat hanya sementara waktu namun utuk masa-masa selanjutnya.
Wah sungguh kesan-kesan yang indah :D
ReplyDelete